Jumat, 10 Oktober 2014

Language Makes Life More than Life

Kalimat lebih langkap dari judul di atas itu seperti ini "NO LIFE WITHOUT LANGUAGE, BECAUSE LANGUAGE MAKES LIFE MORE THAN LIFE AND LANGUAGE IS NOT EVERYTHING, BUT EVERYTHING WITHOUT LANGUAGE IS NOTHING" yang artinya "Tiada kehidupan tanpa bahasa, karena bahasa membuat hidup lebih hidup dan bahasa bukanlah segalanya, tetapi segalanya tanpa bahasa tidak ada apa-apanya.

Sebenarnya itu adalah syi'ar (baca : moto) bagian penggerak bahasa di pesantrenku dulu. Ya..biasanya aku menyuarakannya di pagi dan malam hari ketika bertugas. Setelah ku pikir yaa..benar juga ya, kenapa selama ini berlelah-lelah ria dengan pelajaran bahasa Inggris. Ternyata memang ada alasannya loh. Pernah tau pepatah yang mengatakan seperti ini "Jika ingin menguasai suatu daerah, maka kuasailah bahasanya". Waw..keren ya. Bahasa memang menjadi poin penting dalam penyampaian komunikasi kita kepada orang lain.

Aku sendiri adalah orang yang lumayan cukup cepat dalam memahami bahasa, khususnya bahasa internasional yaitu bahasa Arab dan Inggris. Bukan bahasa daerah lo ya..hhe. Mungkin belum bisa menguasai sepenuhnya sii, tapi untuk poin-poin dasar masih bisa sedikit-sedikit lah. Silahkan dijuji..^^.. #Loh

Penggunaan bahasa baku seperti saat kita belajar grammar dalam bahasa Inggris atau nahwu dan shorof dalam bahasa Arab memang jarang sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi alangkah baiknya jika kita mempelajarinya dengan benar. Toh tidak ada ruginya karena ilmu baru pasti kita dapatkan. Keuntungan pribadi yang aku dapatkan ketika aku menguasai beberapa materi bahasa Inggris adalah ketika disuruh mengerjakan tugas mengarang atau composition. Meskipun belum sepenuhnya benar, tapi aku bisa dengan mudah mengerjakannya. Karena sebelumnya aku telah belajar banyak tentang beberapa apa saja yang harus ada dalam pembuatan karangan dengan menggunakan bahasa Inggris. 

Kalau keuntungan dari mempelajari bahasa Arab itu aku jadi dengan mudah dapat mengartikan nama orang yang memiliki nama islami atau kearaban. (hehe bahasa mana itu keraban) Selain itu, aku menganggap bahwa bahasa Arab itu lebih mudah mempelajarinya daripada bahasa Inggris. Alasannya simpel saja, hehe. Karena pelafadzan bahasa Arab itu masih sama dengan bahasa Indonesia (pastinya dengan dialek yang khas Arab). Contonya pelafadzan A/alif dalam bahasa Arab masih dibaca "A" dalam bahasa Indonesia. Tapi kalau dalam bahasa Inggris "A" itu di baca "Ei". Tuh kan lumayan ribet. Tapi nikmatilah ketika kita mempelajarinya. Oiya...dari bahasa Arab kita juga bisa menerjemahkan Al-Qur'an dengan bahasa kita sendiri loh. Kalau teman-teman ingin tau, cobalah dan lihat keindahan majaz serta susunan kalimat yang "pasti" indah. Tentu saja. Karena Allah yang langsung mengatakannya atau biasa kita sebut dengan "Kalam Illahi".

Aku sangat menikmati setiap pelajaran atau apapun yang berhubungan dengan bahasa. Khususnya bahasa Arab dan Inggris. Karena  dengan kedua bahasa tersebut, diriku makin terbuka wawasannya dalam mendalami apapun yang berhubungan dengan bahasa. Itulah hal yang membuat hidupku lebih hidup. Semoga bahasa apapun yang sudah ataupun yang sedang dipelajari bisa memberi manfaat banyak untuk orang lain.

Let's improve our language and don't be shy to use it.
Make your life more than life by language and be master on it. ^^

Thanks

Cicadas, 11 Oktober 2014 pukul 00.10
Your sista

Rumaisha Al-Fathia

Kamis, 09 Oktober 2014

Mencintai ALLAH itu nomor satu

Eeh..kenapa ini membicarakan soal cinta, ada apa hayoo...?

Bicara tentang cinta memang tidak ada habisnya. Ada yang bilang cinta itu pahit pahit sperti kopi tanpa gula, ada juga yang bilang kalau cinta itu manis seperti permen gula, ada pula yang mengatakan bahwa rasa cinta itu hambar. Ya...tergantung bagaimana orang itu merasakannya juga sih. Tapi plis..yang perlu diingat disini, semua rasa cinta itu tertuju untuk siapa? Allah kah? atau kepada mahkluk-Nya kah?

Kalau memang jawabannya kepada Allah, inilah cinta yang hakiki. Tapi kalau cinta tertuju pada mahkluknya, ini yang bikin repot  -_-" hmm.
Nih...aku kasih lirik nasyid bagus buat kamu kamu yang belum pernah denger, hehe.

Rasa cinta
Adalah satu anugerah tuhan pada hambaNya
Dan kerananya manusia sanggup apa saja
Asalkan dia memiliki apa yang dicita

Kerna cinta
Sanggup berkorban apa saja, harta dan nyawa
Setiap detik hanya memikirkan tentang si dia yang tercinta
Ingin bersama sepanjang masa

Tetapi pastikah cintamu dihargai
Mungkinkah si dia ?kan tetap setia
Setelah kau serah jiwa dan ragamu
Mungkinkah kau pastikan tidak ?kan dihancurkan

Jika kau mencintai bunga
Sedarlah engkau bunga itu ?kan layu
Jika kau cintakan manusia
Sedarlah suatu hari dia akan pergi
Jika kau mencintai harta
Harta itu nanti kau akan tinggalkan
Jika kau mencintai Ilahi
Hanya Dia yang akan kekal abadi

Cintailah Ilahi...

Cintailah Illahi
Album : Tiada Lagi Kasih
Munsyid : In-Team


Faham kan maksud liriknya?
Intinya jika ingin mengejar cinta, kejarlah cinta kepada Allah. Tidak berat dan tidak mahal kok. Hanya perlu keistiqomahan dalam mempertahankan cinta-Nya.
Ku do'akan untuk kalian semua para sahabatku. Semoga apa yang kita lakukan saat ini bisa menjadi motivasi intuk mendapatkan cinta-Nya.



Cicadas, 9 Oktober 2014

your sista
Rumaisha Al-Fathia